PERINGATI HARI ANAK NASIONAL, HIMPUNAN MAHASISWA PSIKOLOGI ADAKAN LIVE STREAMING DI INSTAGRAM DENGAN TEMA “PERAN PSIKOLOGI DALAM PERLINDUNGAN ANAK”

PERINGATI HARI ANAK NASIONAL, HIMPUNAN MAHASISWA PSIKOLOGI ADAKAN LIVE STREAMING DI INSTAGRAM DENGAN TEMA “PERAN PSIKOLOGI DALAM PERLINDUNGAN ANAK”

Jumat 23 Juli 2021- Himpunan Mahasiswa Psikologi UNIMUDA Sorong adakan live streaming di akun official Instagram Himpsiko Unimuda yang membahas mengenai peran psikologi dalam perlindungan anak sebagai bentuk perhatian Mahasiswa Psikologi UNIMUDA terhadap perkembangan anak di Indonesia. Acara yang diberi judul “Psychotalk” dengan tema “Peran Psikologi dalam Perlindungan Anak” tersebut dipandu langsung oleh Wakil Direktur Himpsiko yaitu Puspa Citra Dwi Nurul Azizah dengan mengundang narasumber yaitu seorang Psikolog yang juga pada saat ini adalah seorang dosen Program Studi Psikologi UNIMUDA Sorong yakni ibu Nourma Ayu Safithri.

Dalam acara yang berlangsung selama satu jam lebih itu narasumber menjelaskan mengenai anak dan perkembangannya, pola asuh yang dibutuhkan serta kebutuhan-kebutuhan anak dalam masa tumbuh kembangnya dari aspek psikologisnya. Beliau menyebutkan ada beberapa gaya pengasuhan orang tua terhadap anak beserta dampak-dapaknya. Beliau juga mengatakan bahwa apabila anak tidak diberi kehangatan, ruang untuk berekspresi dan menyalurkan emosinya dengan baik maka anak akan mengalami stress yang berdampak pada perkembangan anak kedepan. Ketika orang tua abai terhadap anak maka dampaknya adalah anak akan cenderung mengalami kesulitan dalam menjalin komunikasi dan berinteraksi dengan orang lain karena kurang diperhatikan dan kurang mendapat kehangatan dari orang tua sejak kecil. Disebutkan bahwa pola asuh yang paling baik diterapkan adalah pola asuh demokratis di mana orang tua memberikan kebebasan kepada anak untuk bereksplorasi namun tetap mengontrol dan juga memperhatikan tanggung jawab dari sang anak atas setiap hal yang dilakukannya.

Beliau mengatakan bahwa orang tua tidak bisa memaksakan pola asuh yang diterima sebelumnya terhadap anak, dalam hal ini disampaikan bahwa pola asuh yang diterapkan pada anak dapat disesuaikan dengan perkembangan anak. Selain itu beliau mengatakan bahwa jangan hanya menuntut anak untuk bisa tapi juga coba untuk mendengarkan apa yang disenangi oleh anak.

Yang perlu orang tua tahu, yang perlu orang tua tanam dalam hatinya adalah bahwa kita harus menghargai proses anak… Orang tua tidak hanya menuntut anak tetapi juga bisa menerima segala bentuk kekurangannya… Semakin berkembang, semakin bertumbuh dewasa anak butuh ruang untuk berekspresi, butuh kepercayaan, butuh diapresiasi, jadi ketika orang  tua banyak menuntut tanpa mendengarkan maka itu tidak akan jadi apa-apa buat anak” [jl/nsw].