Wanita adalah sosok makhluk ciptaan Tuhan yang sangat istimewa, baik dari fisik maupun potensi dalam diri. Setelah melalui beberapa perundingan ulang, akhirnya hari perempuan sedunia atau International Women’s Day, ditetapkan pada tanggal 8 Maret setiap tahunnya. Hari wanita sedunia dijadikan sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasinya bagi wanita di dunia. Pada waktu itu, dunia tengah dihadapkan dengan ledakan populasi manusia serta kebangkita ideologi radikal. Gerakan kolektif perempuan bermula dari keresahan dan perdebatan kritis yang terjadi diantara perempuan.
Pembahasan tentang wanita tidak terlepas dari kecantikan. Kecantikan merupakan perasaan senang yang muncul dalam persepsi masing-masing individu. Persepsi tersebut muncul karena adanya emosi, motivasi, kognisi, pemikiran (thinking), dan pembelajaran (learning) secara bersamaan. Banyak orang bahkan wanita itu sendiri, menyatakan bahwa kecantikan seorang wanita di lihat dari paras dan perawakannya. Kecantikan tidak terlahir secara tunggal, akan tetapi secara keseluruhan, rangkaian atau paduan dari bebrapa faktor, baik fisik, mental, finansial, atau spiritual. Kecantikan tidak seharusnya dipandang satu sisi saja. Standar kecantikan yang tidak memanusiakan kita sebagai perempuan, sudah seharusnya ditinggalkan. Kecantikan tidak seharusnya menyiksa. Kecantikan adalah tentang penerimaan diri kita seutuhnya.
Setiap wanita memiliki standar kecantikannya masing-masing sebab cantik itu relatif, tidak perlu mengikuti orang lain, wanita telah cantik pada porsinya. Kecantikan yang hanya dilihat secara fisik hanyalah sebuah luka yang tertunda. Percayalah, berdiri dan tersenyum dengan penuh percaya diri adalah langkah awal dari sebuah kecantikan wanita. Happy International woman’s Day, untuk para wanita-wanita cantik di dunia. [HIMPSIKO]